by

Skandal Taruhan Guncang Sepak Bola Turki: 1.024 Pemain dan Ratusan Wasit Disanksi

ANKARA – Dunia sepak bola Turki tengah diguncang skandal besar usai otoritas setempat resmi menahan delapan orang, termasuk seorang ketua klub kasta tertinggi, pada Selasa (11/11). Mereka dituduh terlibat dalam praktik taruhan pertandingan yang merusak integritas kompetisi nasional.

Federasi Sepak Bola Turki (TFF) juga menjatuhkan sanksi skors kepada 1.024 pemain dari berbagai divisi sambil menunggu proses disiplin lanjutan. Langkah ini disebut sebagai tindakan paling tegas dalam sejarah sepak bola Turki modern.

Ketua Klub Eyupspor Ditahan

Media pemerintah melaporkan bahwa pengadilan di Ankara telah memerintahkan penahanan Ketua Eyupspor, Murat Ozkaya, bersama tujuh tersangka lain. Eyupspor, klub yang tengah bersaing di kasta tertinggi, belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Penahanan tersebut dilakukan menyusul temuan bahwa sejumlah pemain dan ofisial klub terlibat dalam aktivitas perjudian daring yang terkait langsung dengan hasil pertandingan.

Ratusan Wasit Terlibat Taruhan

Sebelumnya, TFF telah menangguhkan 149 wasit dan asisten wasit, setelah hasil investigasi internal menemukan bahwa banyak perangkat pertandingan aktif bertaruh di platform judi online.

Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, menyebut kasus ini sebagai “krisis moral terbesar dalam sejarah sepak bola Turki.”
Menurut data investigasi, 371 dari 571 wasit aktif memiliki akun judi daring, dan 152 di antaranya terbukti melakukan taruhan secara aktif. Salah satu wasit bahkan tercatat melakukan lebih dari 18 ribu kali taruhan, sementara 42 lainnya diketahui memasang taruhan di atas 1.000 pertandingan.

Dampak Besar bagi Klub dan Liga

Dari total pemain yang diskors, 27 di antaranya berasal dari klub Super Lig, termasuk pemain dari juara bertahan Galatasaray serta rival sekota Besiktas. TFF menyatakan bahwa skors sementara ini akan berdampak langsung pada komposisi tim.

Untuk mengatasi kekosongan pemain, federasi telah mengajukan permintaan resmi kepada FIFA agar memberikan perpanjangan periode transfer selama 15 hari khusus untuk kompetisi nasional musim dingin 2025–2026.

Selain itu, liga kasta kedua dan ketiga akan dihentikan selama dua pekan, sementara Komite Eksekutif TFF akan menggelar rapat darurat guna menilai dampak lanjutan dari skandal ini terhadap struktur kompetisi nasional.

Pemulihan Kepercayaan Publik

FIFA sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan maupun penyelidikan yang sedang berjalan.
Haciosmanoglu menegaskan bahwa TFF berkomitmen memulihkan integritas sepak bola nasional. “Kami akan bersih-bersih total. Sepak bola Turki harus bebas dari praktik tidak bermoral,” ujarnya dalam konferensi pers.

Skandal yang merembet dari ruang ganti hingga ruang wasit ini kini menjadi ujian besar bagi federasi. Pemulihan kepercayaan publik dan transparansi proses penegakan disiplin akan menjadi langkah penting dalam menjaga masa depan sepak bola Turki.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed